Inilah pantun jenaka paling lucu

pantun jenaka ini akan lebih seru jika kita membuatnya menjadi sebuah sms kemudian kita kirim kan pada teman-teman kita, dan juga bisa sama pasangan atau kekasih tercinta anda, pantun jenaka ini sangat cocok sekali kita terap kan pada saat kita bercanda-canda sama teman kita, dan itu akan menjadi kan kehangatan atau kebersamaan bersama teman akan lebih kompak dan juga lebih dekat lagi, dan sekarang langsung saja kita simak pantun jenaka-nya di bawah ini :

Kumpulan pantun jenaka paling lucu

pantun jenaka paling lucu, pantun jenaka paling gokil dan lucu

celik bukan sembarang celik
celik hati mengaji tahu
cerdik bukan sembarang cerdik
cerdik laki berbini baru
hiruk piruk kucing di dapur
berebut panggang dengan tikus
awak lah bungkuk mata pun kabur
berlaki bujang cepatlah mampus
dari laut pergi ke darat
jalan lecah masuk ke lumpur
laki pencarut bini pengumpat
pinggang pecah mangkuk bertabur
hari gelap hati pun risau
duduk diam masuk kelambu
laki berkurap bini berpanu
siang malam duduk bergaru
mengapa kaki nya menjadi bengkok
terpijak jarum bengkak jadinya
mengapa bininya menjadi mabuk
tak tahan mencium ketiak lakinya
nyaman sungguh orang menumbuk
dapat padi muka berminyak
badan berpeluh tulang pun remuk
dapat laki berselera badak
hari cerah mencari manggis
hari buruk bawa berundur
laki pemarah bini pembengis
berhenti beramuk ketika tidur
hari panas pergi kehutan
terlanda semut duduk meracau
laki pemalas bini penyegan
tangan berlumut periuk berlangau
hari buruk berhenti mencari
hendak berbual tiada pandai
laki pemabuk bini penjudi
anak terjual rumah tergadai
hari petang nasi di tanak
duduk bersama bersenag-senang
lagi pemberang bini pembengak
periuk belanga terbang malayang
perahu arab berjaja malau
singgah ke daik membeli lada
bahu berkurap dada berpanu
nasibnya baik berlaki buta
piring kaca tercapak hancur
tidak hancur pastilah remuk
pening kepala tak nyenyak tidur
hendak tidur laki merajuk
jauh berjalan payah lah kaki
penatlah betis letak angota
jodoh idaman sudah ber laki
hendak menangis awak lah tua
sungguh beruntung membeli kolek
dapat ber-kayuh kesana ke sini
sungguh beruntung lelaki yang pendek
dapat berteduh di dada bini
tumbuh betung di tepi tasik
kalau tasik banyak buntalnya
sungguh untung berlaki pendek
walau pendek banyak akalnya
tumbuh betung di tepi belat
hendak dtebang sukar diganti
sungguh untung laki berpangkat
banyak orang yang mengatar upeti
tumbuh talang di tepi bukit
kalau rebah semua bakalan tercabut
sungguh malang lelaki buncit
kalau menimpa nyawa ke buntut
tumbuh betung di tepi kolam
kolamnya bagus airnya bening
sungguh untung laki hitam
hitamnya bagus menjaga maling
tumbuh betung di buat pagar
di atas pagar terhampar kain
sungguh untung lelaki penyabar
dan lelaki penyabar main-nya usai
tumbuh betung di karang gubuk
hendak di tebas dikait onak
sungguh untung berlaki datuk
kehendak lepas duit pun banyak
untuk apa pergi petang
supaya pulang subuh-subuh
untuk apa berlaki bujang
supaya senang di suruh-suruh
tumbuh betung di tepi sumur
di tepi sumur keta tak nampak
sungguh untung lelaki penidur
laki penidur kerja tak banyak
untuk apa membeli kuda
kaki kuda pandai melompat
untuk apa berlaki tua
laki tua pandai memanjat
tumbuh betung di tepi parit
di tempi parit tubuh semak
sungguh untung lelaki pelit
laki pelit tak usah masak
untuk apa membelu manggis
untuk di makan isinya sedap
untuk apa membeli keris
untuk menjaga laki menyelap
tumbuh betung tumbuhnya lurus
batang lurus senang di kerat
sungguh untung punya laki kurus
orang kurus senang memanjat
ujung tiang berbaji dua
satu di atas satu di bawah
untung malang berlaki tua
layu di atas layu di bawah
ujung tiang di ikat besi
supaya tidak di makan rayap
untung malang mendapat laki
telinga pekak badan berkurap
zaman kini zaman kemajuan
manusia banyak ilmunya
dengan laki jangan melawan
supaya tidak dimadukan-nya
buah bukan sembarang buah
merubah kaji dalamkan ilmu
upah bukan sembarang upah
mengupah laki dalam kelambu
yang berbudi kita mulia-kan
supaya terbalas budi baik-nya
tunangan berlaki kita doakan
supaya lekas di cerai lakinya
zaman kini dunia terbalik
bertukar faham sudah biasa
dengan laki bersangka baik
keluar malam biarkan saja
zaman kini zaman-nya ilmu
umat terbilang karena ilmu-nya
dengan laki jangan lah ragu
lambat pulang tarik saluarnya
zaman katak di bawah tempurung
langit tinggi di pandang rendah
fikiran kemak laki pun pesong
setiap hari terang berbantah
walau kaki terasa kejang
karena petang berebut pergi
walaupun laki sudah membujang
karena sayang dijemput lagi
wangilah bunga sedap malam
banyak kumbang ikut menyeri
laki lah tua merayap malam
hendak di tendang takut mati
wangi-nya buah durian masak
di taruh juga di ceruk dinding
hatilah malu berlakikan budak
di suruh pula duduk bersanding
waktu menteri berdagang nasi
orang dalam berjaja beras
sayulah hati memandang laki
siang dan malam bekerja keras
jika yakin membeli tak akan rugi
begitu kata orang dahulu
lenjinlah bini diperbudak laki
mau bertambah mulutnya bisu
bagai mana main hendak selesai
beruk menari makin menggila
bagai mana kain tidak terburai
menengok laki bermain muda
api siapa di ladang itu
api orang memeram labu
laki siapa yang miang itu
pagi petang dalam kelambu
yang naik terus ke atas
pergi untuk melapangkan dada
orang baik tulus dan ikhlas
laki bungkuk di timang juga
waktu menteri berjaja udang
habis-lah basah kaki celana
pilulah hati pemuda lajang
gadisnya sudah berlaki tua
walau unta sudah mabuk
diusuk babi minum juga
walau mata sudah kantuk
direngek laki bangun juga
sungguh bertuah kuali tembuk
banyak di isi takan melimpah
sungguh bertuah berlaki gemuk
diajak berkelahi tegak pun susah
ujung bukan sembarang ujung
ujung belati dapat dicabut
untung bukan sembarang untung
untung brelaki dapat berselimut
untuk apa berpagar rapat
supaya tidak di masuk babi
untuk apa belajar silat
supaya tidak di bodohi laki
tumbuh talang menjadi rebung
diberak kucing tiada guna
sungguh malang berlaki bingung
di ajak berunding mulut menganga
jalan di darat membawa pupuk
terpijak telur kaki berkubang
badan penat mata mengantuk
hendak tidur laki meradang
tumbuh betung di tepi rakit
walau pun bongkon banyak di cari orang
sungguh untung lelaki beduit
walaupun bungkun bini nya sayang
lalat buta terbangnya pagi
makan benalu hingga kenyang
beratlah mata memandang laki
badan berbulu bagi siamang
ada malangnya membeli badik
bila majal manfaatnya kurang
ada malangnya punya istri cantik
bila di tinggal di panjat orang
ada untungnya membeli badik
dipegang saja orang takut
ada untungnya beristri cantik
di pandang saja kenyang lah perut
ada untungnya membeli pelita
hari gelap dinyalakan sumbu
ada untungnya berbini buta
laki kurapan dia tidak tahu
ada untung nya jika kite beli lada
dibuat sambal rasanya lezat
ada untungnya berbini muda
dibuat bantal hilanglah penat
ada untungnya jika kita membeli pasu
pecahnya tidak sulit untuk di ganti
ada untungnya berbini bisu
marah nya tidak memaki-maki
ada juga malangnya membeli pasu
bisa sumbing di simpan saja
ada malangnya berbini bisu
bila berunding tangan meraba
ada untungnya membeli tepak
dapat di simpan sirih dan pinang
ada untungnya berbini pekak
di umpat laki dia bertenang
bagai mana lutung takkan berang
kera memijak babi menginjk
bagaimana hidung tak berkembang
harta banyak istri pun banyak
anak buntal tergapai-gapai
bila pasang berhanyut-hanyut
awak bedal memadai-madai
di tanya orang terkentut-kentut
anak tiung barukan besar
mencoba terbang campak ketanah
awak bingung mengaku pintar
di tanya orang pasaknya basah
anak kancil di luru tupai
lumpur kaki jalan merangkak
awak degil mengaku lebai
di suruh ngaji nafas pun sesak
kalau mulut sudah tak bergigi
usah lagi membeli petai
kalau kentut di muka khandi
nikah tak jadi saksi-saksi terkulai
main mata seputar muka
naik sepeda tujuan jogja
maksud kata bersua juga
apa daya tujuan beda
Itulah pantun jenaka semoga dapat bermanfaat untuk anda untuk di jadikan sebagai hiburan, selamat membacanya. :)