Kisah Mengerikan di Balik Sekoci Terakhir Kapal Titanic

Kisah Mengerikan di Balik Sekoci Terakhir Kapal Titanic
Kecelakaan maut yang menimpa kapal Titanic pada 104 tahun lalu meninggalkan sejumlah kisah mengharukan, namun juga mengerikan.
Salah satunya adalah kisah sekoci terakhir kapal Titanic yang diduga tidak pernah diluncurkan dari kapal nahas itu.
Satu bulan setelah kapal Titanic menabrak gunung es dan tenggelam di Samudra Atlantik, kapal Inggris RMS Oceanic menemukan tiga mayat laki-laki di sebuah perahu kecil sekitar 200 mil dari lokasi kecelakaan.
Perahu kecil itu kemudian diidentifikasi sebagai Collapsible Boat A itu ternyata sekoci terakhir dari kapal Titanic sebelum tenggelam. Sekoci terakhir itu tidak pernah diluncurkan dan baru terlepas setelah kapal Titanic mulai tenggelam pada 12 April 1912 malam.
Sebanyak 30 penumpang yang sedang berenang di laut berupaya menggapai sekoci terakhir itu. Namun sebagian besar menyerah dan meninggal karena tidak tahan dengan air laut yang sangat dingin. Sedangkan 12 orang lainnya diselamatkan oleh sekoci lain.
Pada tanggal 13 Mei 1912 atau satu bulan setelah Titanic tenggelam, kapal Oceanic melintas dan melihat sebuah perahu kecil terombang-ambing di tengah laut. Kapten Oceanic memerintahkan awak kapal untuk mendekatinya.
Dengan menggunakan teropong, mereka melihat ada tiga mayat dalam perahu kecil itu yang ternyata sekoci terakhir kapal Titanic. Ketiga mayat tersebut sudah sangat sulit dikenali.
Namun tiga mayat tersebut diyakini adalah dua petugas pemadam kebakaran dari ruang mesin dan penumpang kelas satu bernama Thomson Beattie, 37, yang masih mengenakan jasnya.
Dalam sebuah surat, seorang penumpang kapal Oceanic yang tidak diketahui identitasnya menulis, "Saya melintas Samudra Atlantik satu bulan setelah bencana menimpa Titanic."
"Kami mengangkat sebuah sekoci yang di dalamnya ada tiga mayat penumpang Titanic yang sudah tidak dikenali, seorang memakai jas dan dua lainnya pemadam kebakaran."
"Semua bantuan datang dari awak kapal Oceanic. Mayat-mayat itu dibacakan doa dan kemudian dimakamkan. Sementara sekoci itu dinaikkan ke dek."