Usai Bersaksi Kasus Pemerkosaan, Toko Haji Sahlan Dibakar Orang Tak Dikenal

Usai Bersaksi Kasus Pemerkosaan, Toko Haji Sahlan Dibakar Orang Tak Dikenal
Kasus pemerkosaan Bunga (13) di perbukitan Geger, Kabupaten Bangkalan oleh 11 pemuda pada pertengahan Februari silam ternyata meletupkan permasalahan baru.
Ya, ternyata ada seorang saksi atas kasus tersebut yang mengaku tokonya dibakar sesaat setelah memberi kesaksian.
Haji Sahlan (55) adalah nama saksi itu.
Ia merupakan warga Desa Kompol, Kecamatan Geger, Bangkalan yang memberi kesaksian atas peristiwa yang berlangsung dekat rumahnya.
"Saya amankan korban ke rumah karena takut mati. Bahkan setelah digilir 11 pemuda, saya mendengar akan digilir lagi oleh delapan orang," kata Sahlan, Kamis (21/4/2016).
Lalu, setelah kesaksian diberikan toko tempatnya mencari nafkah diduga dibakar.
Peristiwa ini berlangsung pada Sabtu (26/3/2016) dini hari, atau setelah dirinya bersaksi.
"Saat kejadian pembakaran, saya tidak di rumah. Hanya ada dua anak saya berusia 11 tahun dan 10 tahun. Ditemani seorangan perempuan, tetangga terdekat," aku Sahlan.
Di saat api membesar, lanjutnya, terlihat dua orang bersenjata pedang lari melewati rumah tetangga.
Di situlah ia curiga jika kebakaran itu dilakukan orang-orang yang tidak berkenan atas kesaksiannya.
Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi, namun belum ada perkembangan.
Oleh karena itu, ia mendatangi lagi kantor polisi untuk menanyakan perkembangan peristiwa kebakaran di tokonya. Ia datang dengan ditemani tokoh masyarakat, Abdul Hafid.
"Saya ke sini mengeluhkan lambannya penanganan kasus oleh polsek (Geger) terkait pembakaran toko saya."
"Sebelum laporan saya diterima, ada saja alasan. Seperti mati lampu dan penyidik tidak di tempat," ungkapnya.
Abdul Hafid menambahkan kasus pembakaran rumah H Sahlan akan tetap menjadi atensinya hingga pelakunya tertangkap.
"Saya tidak akan berhenti di sini (polres), kasus ini juga akan saya bawa ke Polda dan Mabes jika tidak segera terungkap," singkatnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bangkalan AKP Bidarudin mengaku belum mengetahui duduk perkara kasus tersebut.
"Saya belum konfirmasi ke Polsek Geger atas keluhan mereka," singkatnya.
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Surya