Wagub Djarot Belum Dapat Laporan Penyerapan APBD DKI 2016 Nol Persen

Wagub Djarot Belum Dapat Laporan Penyerapan APBD DKI 2016 Nol Persen
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat belum tahu penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2016 masih nol persen.

"Tidak lah. Ya biar saja. Nanti kita lihat lah. Belum dilaporkan. Nanti kita tanya BPKAD," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2016).

Djarot tidak percaya penyerapan masih nol persen.

Menurutnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuat perencanaan untuk mempercepat pembangunan di Ibu Kota.

"Justru kita sudah on the track betul. Nanti penyerapannya bisa luar biasa," kata Djarot.

Djarot menargetkan penyerapan anggaran hingga akhir tahun bisa mencapai 90 persen atau lebih tinggi 20 persen dibandingkan penyerapan anggaran pada 2015 lalu.

“Coba lihat saja. Ini bisa mencapai 90 persen loh penyerapannya. Karena kita sudah lebih awal jalannya, lalu ada lelang konsolidasi. Kemarin saja, meskipun pergub, penyerapan anggarannya capai 70 persen,” imbuh Djarot.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri dari 34 Provinsi di Indonesia ada delapan provinsi yang penyerapan anggaran di triwulan 1/2016 masih nol persen, yakni Provinsi Kalimantan Utara, Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Jambi dan DKI Jakarta.

Realisasi belanja APBD Provinsi hingga 31 Maret 2016 rata-rata mencapai 8,3 persen.

Penyerapan anggaran tertinggi diraih Provinsi Jawa Timur sebesar 17,2 persen.

Disusul Provinsi Lampung sebesar 15,9 persen, Sulawesi Utara 15,2 persen, Sumatera Selatan 15,1 persen, dan Nusa Tenggara Barat 14,6 persen.

Sementara, realisasi belanja APBD tingkat Kabupaten atau kotamadya pada triwulan I/2016 rata-rata sebesar 5,8 persen.

Penyerapan tertinggi diraih Kota Pagaralam 21,6 persen, Kabupaten Probolinggo 20,3 persen, Kabupaten Kepulauann Anambas 19,9 persen, Kota Bandung 17,7 persen, dan Kabupaten Sumbawa 16,4 persen.
Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Adi Suhendi