Bandara Kertajati Majalengka Ditarget Rampung 2017

Bandara Kertajati Majalengka Ditarget Rampung 2017

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) J A Barata mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat (Jabar) selesai pada 2017.
"Ditargetkan pembangunan Bandara Kertajati ini selesai pada akhir 2017," kata dia dalam rilisnya yang diterima Sindonews di Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Kemenhub memang tengah mengejar pembangunan Bandara Kertajati bersama Pemprov Jabar sejak 2013. Pasalnya,
pembangunan bandara baru ini sesuai fokus kerja Kemenhub untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan transportasi.

Menurutnya, sejak 2013 hingga 2015 Kemenhub mengerjakan pembangunan sisi udara dengan menggunakan APBN sebesar Rp375 mliar atau 37,5% dari kebutuhan total sisi udara sebesar Rp1 triliun.

"Bandara Kertajati dibangun di atas lahan sekitar 1.800 ha. Sedangkan pembangunan sisi darat menjadi tugas Pemerintah Provinsi Jawa Barat," imbuhnya.

Dia menuturkan, Bandara Kertajati pada tahap awal direncanakan akan memiliki satu landas pacu/runway dengan kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. Diharapkan bandara ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat Jabar dan sebagian Jawa Tengah.
 
Sesuai rencana induk, bandara ini akan dilengkapi dengan dua buah runway berukuran 3.500x60 meter dan 3.000x60 meter yang mampu menampung pesawat sekelas Boeing 747 atau Boeing 777.

Sesuai rencana pembangunan Tahap 1 Phase 1, kondisi eksisting Bandara Kertajati telah memiliki satu buah runway berukuran 2.500x60 meter.

"Nantinya untuk sisi udara bandara ini akan dilengkapi dengan apron seluas 228.944 m2 yang mampu menampung sebanyak dua pesawat sekelas Boeing 777, 10 pesawat sekelas Boeing 737-900 ER, dan 12 pesawat sekelas Boeing 737-400, taxiway, runway strip 3.120x300 meter, fasilitas alat bantu pendaratan pesawat, serta fasilitas penunjang lainnya," jelas Barata.

Sementara, untuk sisi darat menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar untuk melakukan pembebasan lahan seluas 1.000 hektar (ha) dari kebutuhan lahan total sampai tahap ultimate yang perlu dibebaskan seluas 1.800 ha.

Rencana pembangunan fasilitas sisi darat terbagi menjadi tiga paket, yaitu infrastruktur, terminal utama penumpang dan bangunan penunjang operasional.

"Rencananya hari ini, Menteri Perhubungan akan mendampingi Presiden RI Joko Widodo untuk meninjau progres pembangunan bandar udara di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat ini," pungkasnya. ekbis.sindonews.com