Ini Kisah Saini Mencoba Bertahan Usai Diterkam Buaya

Ini Kisah Saini Mencoba Bertahan Usai Diterkam Buaya

Setelah lepas dari serangan buaya hingga mengakibatkan luka terbuka (kulit dan daging tangan robek dan terbuka), Saini (43) warga Desa Kayuarang Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, masih sempat mengemasi peralatan di atas perahunya, lalu naik ke darat.
Saini diterkam buaya di Dermaga Bernai sekitar Sungai Perimping, Riausilip, Kabupaten Bangka, Jumat (18/9/2016) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat naik ke darat, Saini masih memandangi merahnya daging tangan kirinya yang robek menggantung terkelupas dari tulang.

"Waktu itu saya sempat kunang-kunang, dunia ini seolah gelap, posisiku masih berdiri, seolah mau pingsan, saya hanya berdoa ya Allah kuatkanlah aku. Saya bertahan agar tetap berdiri, agar nggak roboh, karena waktu itu pandangan saya terasa gelap, mana posisi kawan-kawan saya agak jauh, saat kejadian saya hanya sendirian," kata Saini kepada Bangkapos.com, Minggu (18/9/2016).
Setelah naik ke darat, ada seorang warga mau keluar menuju jalan raya Desa Berbura, Saini berteriak minta tolong.

Dengan tangan yang luka parah Saini, dibawa ke rumah Amirudin di Dusun Bernai, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Eko Maulana Ali di Desa Ridingpanjang Kecamatan Belinyu.
"Jahitan lukanya ada 68, kalau yang kena gigit ada delapan gigitan. Buaya itu ukurannya agak kecil, tapi ganas, kalau yang ukurannya besar-besar nimbulnya di bawah jembatan Perimping, tapi nggak pernah mengganggu," ujar bapak dari tiga anak ini.

Saini mengaku trauma, atas musibah yang dialami.

"Saya trauma bener, rasanya saya nggak mau lagi kerja di TI apung, tapi kalau nggak kerja anak istri saya mau makan apa, istilahnya kami kerja sehari hasilnya untuk makan sehari lah," tutur Saini.


Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Bangka Pos