Sandy Tumiwa Ingin Jual Rumah Mewahnya karena Bangkrut, Ini Kata Tessa Kaunang

Sandy Tumiwa Ingin Jual Rumah Mewahnya karena Bangkrut, Ini Kata Tessa Kaunang

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar persidangan harta gono gini.
Rumah mewah milik bersama mantan pasangan suami istri, Sandy Tumiwa dan Tessa Kaunang yang berada di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan jadi sengketa.

Sandy yang sudah bercerai dengan Tessa sejak 2014 lalu, memiliki hak terhadap penjualan rumah tersebut dan menggugatnya ke Pengadilan.
Kabarnya, usai menggugat rumah tersebut, Sandy akan menjualnya untuk kebutuhannya, selama mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba.
tessa-kaunang-di-gala-premiere-film-david-golitah_20160317_155610.jpg
GALA PREMIERE - Tessa Kaunang pada acara gala premiere film David & Golitah di CGV Blitz, Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (14/3). Film ini bercerita tentang kehidupan nabi David. WARTA KOTA/nur ichsan
Hal itu dibenarkan oleh ibu kandung Sandy Tumiwa, Amalia Nurshanty yang menegaskan kalau anaknya sudah tidak memiliki pekerjaan selama mendekam di balik jeruji.
"Kamu tahu lah keadaan Sandy gimana. Ekonomi dia kan menurun karena gak aktif kerja lagi sebagai selebriti," kata Amalia saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (28/9/2016).


Menanggapi hal tersebut, Tessa melalui kuasa hukumnya, Charli yang mengungkapkan jika rumah tersebut dijual, ia dan anak-anaknya sama saja tidak memiliki tempat tinggal.
"Kalau dijual mereka akan tinggal dimana? Kalau dipikir kan tanah di Jakarta juga sulit dan mahal," kata Charli.

Dengan demikian, Tessa enggan menjual rumah mewah yang sedang diperebutkan olehnya lantaran ia memikirkan sang buah hati, hasil pernikahannya bersama Sandy.
"Tessa sampai sekarang tetap bilang bahwa rumah tersebut tidak dijual karena mementingkan anak. Dimana, orangtua asuh jadi dan harus memikirkan masalah anak," ucapnya.
Namun, kuasa hukum Sandy membantah jika hasil penjualannya nanti akan dimiliki oleh Sandy secara keseluruhan. Karena, dalam kesepakatan sebelum perceraian, pembagian hasil penjualan rumah sudah dipikirkan.

"Jadi begini. Dalam surat kesepakatan itu tertulis bahwa hasil penjualan 25 persen untuk anak-anak, 25 persen untuk Sandy, 25 persen untuk Tessa, dan 25 persennya lagi untuk nazarnya Sandy," ujar Firman Chandra, kuasa hukum Sandy Tumiwa. (Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota