7 Gejala HIV/AIDS Tahap Awal yang Tidak Terduga

7 Gejala HIV/AIDS Tahap Awal yang Tidak Terduga

HAMPIR semua orang mungkin tidak menyadari bila mereka terinfeksi HIV/AIDS. Karena, gejala tahap awal HIV/AIDS bisa sangat tidak terduga.
Gejala HIV pada seseorang dapat berbeda-beda, namun tanda-tanda awal dari infeksi umumnya muncul dalam 1-2 bulan pertama. Berikut gejala-gejala awal terinfeksi HIV seperti dilansirEndinghiv, Rabu (12/10/2016):
Demam
Demam biasanya menjadi gejala HIV stadium awal, tetapi disertai gejala ringan lainnya, seperti kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening dan sakit tenggorokan. 
Pada titik ini, virus bergerak ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Seperti yang terjadi, sistem kekebalan tubuh Anda menginduksi reaksi inflamasi.
Kelelahan dan sakit kepala
Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh Anda juga dikepung, sehingga dapat menyebabkan kelelahan dan lesu. Kelelahan kronis dapat menjadi tanda awal HIV. Hal ini terkadang membuat tubuh seperti tidak berdaya atau merasa kehabisan napas.
Pembengkakan kelenjar getah bening
Kelenjar getah bening merupakan bagian dari melemahnya sistem kekebalan tubuh dan cenderung meradang ketika ada infeksi. Pembengkakan kelenjar getah bening biasanya di ketiak, pangkal paha dan leher, di mana dapat menimbulkan sakit serta nyeri-nyeri di daerah tersebut.
Ruam kulit
Ruam kulit dapat terjadi lebih awal atau pada akhir perjalanan HIV. Ruam kulit dalam beberapa kasus dapat menjadi mirip dengan bisul gatal dan jerawat merah muda.
Mual, muntah dan diare
Banyak orang mengalami masalah sistem pencernaan pada tahap awal HIV. Gejala ini juga bisa muncul di tahap akhir infeksi, biasanya sebagai akibat dari infeksi oportunistik. Selain itu, diare yang tak kunjung sembuh dan tidak merespon terhadap obat atau terapi, biasanya menjadi indikasi awal dari HIV.
Sakit tenggorokan dan batuk kering
Batuk kering yang parah berlangsung beberapa minggu atau bulan, tidak kunjung sembuh meski telah minum obat, bisa jadi indikasi awal HIV. Jadi, jangan abaikan gejala batuk kering dan sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.
Keringat di malam hari
Beberapa orang mengeluarkan keringat yang lebih dari biasanya di malam hari meskipun udara sejuk. Hal tersebut biasanya terjadi selama tahap awal infeksi HIV, terutama keringat terjadi meskipun tidak habis berolahraga atau udara sejuk.

Pengujian sangat penting untuk memastikan diagnosa yang tepat. Jika Anda berpikir telah terinfeksi HIV, atau melakukan berbagai faktor risiko HIV, termasuk seks bebas, maka sebaiknya melakukan tes terlepas apakah telah menunjukkan gejala atau tidak.
Sumber: okezone.com