Kampung diserang tentara, 26 muslim Myanmar tewas

Kampung diserang tentara, 26 muslim Myanmar tewas

Sedikitnya 26 muslim Myanmar tewas saat kampungnya diserang polisi yang kekerasan di wilayah yang berbatasan dengan Bangladesh. Konflik berawal dari sejumlah pemuda Rohingya, wilayah Myanmar yang mayoritas penduduk muslim, diyakini melancarkan serangan di tiga pos perbatasan pada Minggu dini hari.

Media pemerintah menyebutkan, setelah sembilan polisi tewas dalam serangan tersebut, pihak keamanan Myanmar menyerbu perkampungan muslim tersebut yang berujung tewasnya 26 warga muslim itu.
Dari laporan resmi pemerintah, personel militer dan bala bantuan polisi turut membantu penyerbuan ke kota mayoritas muslim itu dari Maungdaw, sebelah utara Rakhine. Mereka bentrok dengan kelompok-kelompok masyarakat yang kurang lebih berjumlah 300 orang, yang bersenjatakan pistol, pedang dan pisau.
Dilaporkan Reuters, Kamis (13/10), para pegiat hak asasi manusia dan pendukung muslim Rohingya menyuarakan keprihatinan mereka atas serangan ini. Pasalnya, banyak penduduk sipil yang terdiri dari anak-anak, wanita dan para lansia, ikut terjebak dalam bentrokan tersebut.
Sementara itu, Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, menyebutkan pemerintahnya dalam masa 'pelatihan aturan hukum' untuk menangani bentrokan tersebut, seperti yang dilaporkan koran pemerintah Global New Light of Myanmar. Sementara itu, Suu Kyi menyebutkan, pihak berwenang belum mengonfirmasi sebagai dalang di balik penyerangan itu.
Dalam insiden terpisah, kemarin militer menuduh penyerang tiga pos perbatasan membakar 25 rumah di wilayah yang tidak jauh dari serangan Minggu kemarin. Pembunuhan tersebut menewaskan total 13 personel keamanan.
26 Korban tewas bentrokan hari ini diduga adalah penyerang pos perbatasan. Mereka ditembak oleh tentara bersenjata saat hendak melarikan diri.
Beberapa kelompok HAM meminta pemerintah Myanmar untuk melindungi warga sipil tanpa memandang agama atau etnis.
Selain menewaskan 26 warga muslim, tentara Myanmar juga menahan empat orang lainnya yang dituduh terlibat dalam penyerangan di pos perbatasan .sumber: merdeka.com