MURI Siap Catat Rekor Terbang 110 Paralayang di Timbis Nusa Dua

MURI Siap Catat Rekor Terbang 110 Paralayang di Timbis Nusa Dua

NUSA DUA - Indonesia semakin diakui prestasi dan potensinya dalam olahraga dirgantara dan wisata olahraga udara (Aerosport Tourism).
Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dipercaya menjadi tuan rumah Sidang Umum ke-110 Federasi Aeronautika Internasional (FAI), induk olahraga dirgantara dunia, di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, 14-15 Oktober.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah FAI, yang didirikan 14 Oktober 1905, para petinggi dan atlit berprestasi olahraga dirgantara dunia akan berkumpul di Asia.

FASI yang menjadi anggota FAI sejak 1972, sudah melahirkan Juara Seri Piala Dunia Ketepatan Mendarat Paralayang (PGAWC) Putri atas nama Ifa Kurniawati (2010), Milawati Sirin (2011) dan Lis Andriana (2012-2014) serta Juara Dunia Ketepatan Mendarat (WPAC) Putra 2015 Dede Supratman.

FAI menaungi lebih dari 10 cabang olahraga dirgantara, diantaranya; Aerobatik, Aeromodeling, Balon Udara, Layang Gantung (Gantolle), Gantolle Bermotor (Microlight), Paralayang, Paramotor, Terbang Layang, Terjun dan Pesawat Swayasa.

Hingga kini, sudah lebih dari 100 orang perwakilan dari lebih 100 negara anggota FAI yang terdaftar mengikuti sidang. Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna sebagai Ketua Umum FASI, berharap digelarnya SU ke -110 FAI dapat meningkatkan minat generasi muda di tanah air menggeluti olahraga dirgantara.


Sedangkan bagi warga dunia, agar menjelajah Indonesia den
gan berwisata olahraga udara (Aerosport Tourism). Marsekal Supriatna juga yakin, dengan ikutsertanya cabang Paralayang dalam Asian Games 2018 Indonesia, OCA (Dewan Olimpiade Asia) sadar betul, pentingnya olahraga dirgantara semakin dikembangkan di Asia.

Selain memastikan kalender kegiatan 2019 (karena kalender 2017 sudah ditentukan pada Sidang Umum 2014), sidang juga akan membahas penyempurnaan peraturan lomba tiap cabang, penyempurnaan peraturan tentang doping dan kerjasama dengan sponsor-sponsor baru.
Yang paling dinanti para pilot (sebutan untuk atlit olahraga dirgantara) seluruh dunia adalah malam anugerah bagi para pemecah rekor dan pilot berprestasi dunia terbaik, pada Kamis (13/10).

Bali Aerosport Show 2016
Dalam rangka memeriahkan Sidang Umum ke-110 FAI, direncanakan pemecahan rekor terbang bersama Paralayang sebanyak 110 pilot di Bukit Timbis, Nusa Dua pada Minggu, 16 Oktober, pukul 13-16 WIT.

Rekor sebelumnya di tempat sama adalah 99 pilot di tahun 2009. Pemilihan angka 110 pilot untuk merayakan Sidang Umum ke-110 FAI dan untuk meneruskan upaya pembuatan rekor yang gagal dilaksanakan pada 2010 akibat cuaca dan kondisi angin buruk.

Jika cuaca dan kondisi angin tidak memungkinkan untuk terbang, upaya pembuatan rekor akan dilanjutkan esoknya. Sebanyak 50 pilot akan lepas landas di Gunung Payung, sedang 60 pilot di Bukit Timbis.

Perwakilan MURI (Musium Rekor Indonesia) akan mencatat jumlah pilot yang lepas landas dan mengudara di saat bersamaan.

Selain pemecahan rekor Paralayang, Bali Aerosport Show kembali akan digelar, setelah mendapat sambutan antusias masyarakat lokal maupun wisatawan lokal dan asing pada 2014. Jadwalnya sebagai berikut;

15 Oktober 2016:
Pukul 7-10 WIT, Peragaan Jupiter Aerobatik Team (JAT) dari TNI AU di kawasan Nusa Dua, Paramotor lepas landas di Water Blow, Nusa Dua dan terbang lintas Lapangan Renon, Denpasar.

16 Oktober 2016:
Pukul 7-10 WIT:  Pembuatan Rekor Terbang Bersama 50 Paramotor. Lepas landas di Pantai Mertasari, Sanur lalu terbang lintas Lapangan Renon, Denpasar.
Pukul 11- 13 WIT:   Pembuatan Rekor Terbang Bersama 30 Gantolle  di Bukit Timbis, Nusa Dua.
Sumber: tribun sport.com